perkara filem

Mungkin pembaca blog ini (dengan asumsi bahwa yang baca blog ini bukan hanya orang tua saya) mengasosiasikan blog ini dengan film. Gak salah juga, karena saya menyukai film, dan menulis tentang film yang disukai/ingin dihujat dalam blog ini. Tapi saya tidak ingin mengkhususkan blog ini dengan film. Ada masih banyak lagi yang ingin saya tulis, seperti ulasan buku, atau mungkin saya hanya menginginkan ruang yang memadai jika butuh curhat tentang kehidupan. Halah.

Saya berusaha menulis rutin, dan film adalah salah satu bahan yang memungkinkan hal tersebut. Tapi sekali lagi, ini bukan blog ulasan film atau pun penggiring opini publik yang bisa jadi pertimbangan film apa yang bakal kalian tonton. Ulasan yang akan saya tulis kebanyakan akan berkaitan dengan pengalaman subjektif pada saat menonton film tersebut, jadi maap-maap aja kalo tulisannya suka hilang fokus. Mungkin akan ada beberapa film yang gak saya ulas karena males; dan ulasan yang keluarnya telat karena saya kudu nonton ulang demi mengulasnya dengan tepat, atau karena Hidup™.

Biasanya juga saya gak rate film secara khusus, jadi kalo mau minta bintang ke sini aja. Ngomong-ngomong, ini dia sistem perbintangan film ala saya. I’m going to post it here just because I can.

★★★★★
They couldn’t have done it any other way. Aftertaste-nya sport jantung; keanjingan yang amat sangat; pindah agama; kehilangan / menemukan makna hidup baru (i gave a 5/5 for Heathers untuk alasan yang terakhir, selain karena kepengen aja). Esensi film tidak berkurang meskipun diendapkan berbulan-bulan. Ya ampun.

★★★★ 1/2
Perfect story, perfect cast, directing yang bikin pengen nyembah, sinematografinya kece. Bisa jadi bahan omongan berhari-hari, dan kemungkinan besar saya menangisi film ini sekali atau lebih. Tapi efeknya ga sedahsyat bintang lima.

★★★★
Film ini dieksekusi dengan baik, terlepas dari faktor preferensi saya. Suka atau tidaknya saya terhadap film ini, saya akan tetap mengakui bahwa film ini bagus. Meskipun mereka punya beberapa kelemahan, tapi saya akan tetap merekomendasikan film ini ke orang-orang.

★★★ 1/2
Film biasa yang punya momen-momen baik. Film yang banyak bolongnya tapi toh saya nikmati juga. Atau mungkin film bagus yang punya potensi tapi ga dikembangkan.

★★★
Film meh. Yaudah? Yaudah. Ga jelek juga but nothing special about this.

★★1/2

Saya gasuka dan rasanya ada yang ganjel, wouldn’t recommend it to anybody. Jeleknya nanggung pula, sebenernya lebih mengecewakan jika kita tau itu film bisa jauhh lebih bagus (cough Dark Places). no but seriously guys Charlize Theron was WASTED

★★
CRINGE EVERYTIEM AND THERE IS NO SAVING (f4ntastic)

★ 1/2
YA ALLAH MENGAPA. belom pernah ngerate segini sih, tapi kira-kira akan seperti itu.


Rating paling rendah yang pernah saya kasih, yang dihibahkan kepada The Room. Logikanya gak ada, dialog makes no sense, aktingnya bikin sakratul maut. Saya ga kasi separo karena si Bapa Tommy ini bikinnya masih rada passionate dan ini filem masih bisa diketawain. Ga ngerti deh film kayak gimana yang bakal saya kasih bintang separo suatu hari nanti.